JAKARTA - Pemerintah resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai wilayah Indonesia.
Proyek ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi generasi muda. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp26,24 triliun untuk mendukung pembangunan secara menyeluruh.
Momentum Groundbreaking di Seluruh Indonesia
Peletakan batu pertama menandai dimulainya konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II. Kegiatan ini berlangsung di berbagai lokasi, termasuk Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pembangunan direncanakan rampung tepat pada tahun ajaran baru agar segera dapat dimanfaatkan oleh siswa.
Menteri PU menekankan pentingnya kualitas bangunan dan ketepatan waktu penyelesaian. Infrastruktur pendidikan harus dibangun dengan standar tinggi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa. Upaya ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi pendidikan nasional.
Sebaran Lokasi dan Skema Pendanaan
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 102 kabupaten/kota pada 32 provinsi. Pendanaan proyek bersumber dari APBN tahun anggaran 2025–2026 dengan skema kontrak multi years contract. Skema ini memastikan keberlanjutan proyek dan menjaga mutu konstruksi di lapangan.
Setiap lokasi dipilih berdasarkan kebutuhan akses pendidikan yang merata di berbagai daerah. Proyek ini mencakup wilayah urban maupun rural agar semua masyarakat dapat menikmati fasilitas pendidikan berkualitas. Pendekatan ini juga mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan.
Standar Teknis dan Fasilitas Lengkap
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II menerapkan standar teknis yang komprehensif. Aspek keselamatan, kesehatan, dan kemudahan akses menjadi fokus utama. Setiap unit sekolah dirancang untuk memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa dan guru.
Sekolah akan dibangun di atas lahan minimal lima hektare dengan fasilitas terpadu. Fasilitas meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan asrama bagi siswa serta guru. Selain itu, sekolah dilengkapi dapur, kantin, rumah ibadah, unit kesehatan, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau.
Dampak Positif bagi Pendidikan dan Masyarakat
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Sekolah ini menjadi sarana untuk membentuk generasi unggul dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Akses pendidikan yang merata juga membantu menyiapkan siswa menghadapi tantangan global.
Proyek ini diharapkan mendorong perkembangan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja konstruksi. Selain itu, sekolah yang representatif dan modern dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pendidikan. Dampak jangka panjang dari proyek ini sangat signifikan bagi kemajuan nasional.
Komitmen Pemerintah pada Pendidikan Berkualitas
Pemerintah menegaskan komitmen membangun pendidikan berkualitas melalui investasi infrastruktur yang strategis. Sekolah Rakyat Tahap II menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Pelaksanaan proyek ini diharapkan menjadi model bagi pembangunan sekolah di masa mendatang.
Koordinasi antarinstansi dan pengawasan proyek terus diperkuat untuk memastikan mutu dan ketepatan waktu. Pemerintah juga mengajak masyarakat mendukung keberhasilan proyek agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Dengan demikian, Sekolah Rakyat Tahap II diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pendidikan nasional.
Proyek ini menghadirkan kesempatan bagi siswa di seluruh Indonesia untuk mendapatkan fasilitas belajar lengkap dan modern. Sekolah Rakyat Tahap II tidak hanya menekankan fisik bangunan, tetapi juga mendukung kualitas pendidikan melalui lingkungan belajar yang kondusif.
Dengan adanya pembangunan ini, pemerintah menegaskan prioritasnya pada pendidikan sebagai pilar pembangunan nasional.